Unsur-unsur pendidikan dalam cerita wayang kulit

Suprianto, Bambang (2000) Unsur-unsur pendidikan dalam cerita wayang kulit. Undergraduate thesis, Universitas Katolik Widya Mandala Madiun.

[img] Text (ABSTRAK)
ABSTRAK .PDF

Download (491kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I .PDF

Download (244kB)
[img] Text (BAB II)
BAB II.PDF
Restricted to Registered users only

Download (987kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.PDF
Restricted to Registered users only

Download (168kB)
[img] Text (BAB IV)
BAB IV.PDF
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text (BAB V)
BAB V.PDF

Download (247kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN .PDF
Restricted to Registered users only

Download (132kB)

Abstract

Kesenian tradisional wayang kulit merupakan salah satu bentuk drama tradisional di Indonesia cerita wayang kulit yang dipakai untuk pertunjukkan sebagian besar sudah berwujud naskah. Naskah cerita wayang kulit dapat digolongkan sebagai karya sastra. Cerita wayang kulit yang juga bagian dari sastra mengandung unsur unsur pendidikan baik itu tersurat maupun tersirat dengan demikian cerita wayang kulit bisa dijadikan objek penelitian di tinjau dari unsur unsur pendidikannya. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui unsur unsur pendidikan yang terdapat dalam cerita wayang kulit “bale segala gala”atau pandawa obong. Dalam penelitian ini digunakan istilah istilah yang diberi penjelasan sebagai berikut Wayang kulit adalah suatu bentuk pertunjukkan tradisional yang disajikan oleh seorang dalang dengan menggunakan gambar, boneka, atau semacamnya dari kulit sebagai alat pertunjukkan dengan diiringi musik yang ditentukan pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/atau perananan di masa yang akan datang. Pendidikan moral adalah pendidikan tentang apa yang baik dan buruk dan tentang hak dan kewajiban moral( akhlak)pendidikan kewaganegaraan dan bela Negara adalah pendidikan yang berkenaan dengan hubungan antara warga Negara dengan serta hal bela Negara agar menjadi warga negara yang baik pendidikan politik adalah pendidikan ketatanegaraan atau kenegaraan. Pendidikan estetika adalah pendidikan tentang kepekaan terhadap seni dan kesenian. Jenis penelitianya adalah jenis penelitian deskriptif kualiatif yang mengarah ke penelitian dokumen atau naskah metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan yang dijadikan objek penelitian ialah buku/naskah cerita wayang kulit “bale segala gala”atau”pandawa obong”disusun oleh ki Narya carita hasil penelitian adalah sebagai berikut. Pendidikan moral dalam naskah cerita antar lain tentang bagaimana watak seorang ksatria yang berdasarkan welas asih, sikap seorang anak terhadap orang tua sikap orang tua dalam mendidik anak, kewajiban untuk menolong penderitaan orang lain, dan bagaimana tanggung jawab seorang pemimpin negara. Sedangkan pendidikan etika yang tersirat dalam cerita wayang kulit yang diteliti antara lain adalah bagaimana etika atau tatacara orang berbicara, etika berbudaya yang sesuai dengan budaya ketimuran, etika dan sikap seseorang yang baru menerima pertolongan dan etika tentang pembagian bumi warisan. Pendidikan kewarganegaraan dan bela negara naskah cerita ini antara lain adalah bagaimana menjadi warganegara yang baik, baik itu sebagai rakyak biasa, prajurit negara, maupun menjadi pejabat atau pengusaha. Pendidikan politik yang tersirat dalam naskah ini adalah tentang cara yang jujur dalam mencapai kekuasaan, tanpa harus menghalalkan segala cara. dan pendidikan yang terpenting yang dapat dipetik dari pendidikan politik dalam naskah ini adalah bagaimana menghadapi politik kotor dari orang orang jahat yang mau mencelakai kita. Pendidikan estetika pada naskah cerita “bale segala gala”atau “pandawa obong” ini salah satunya tampak pada keindahan kata atau bahasa yang digunakan, serta pada tetembangan-tetembangan yang disertakan, dan hal ini menggugah rasa estika para pembaca Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa cerita wayang “bale segala-gala atau “pandawa obong” mengandung unsur unsur pendidikan berupa pendidikan moral, pendidikan etika, pendidikan kewarganegaraan dan bela negara, pendidikan politik, dan pendidikan estetika. Dengan mengetahui pentingnya nilai terkandung dalam cerita wayang seorang pendidik hendaknya terhadap keberadaan kesenian tradisional dan mau mewariskan kepada generasi penerus.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: unsur-unsur pendidikan, wayang kulit, kesenian tradisional
Subjects: Faculty of Teacher Training and Education
Faculty of Teacher Training and Education > Education of Indonesian Language and Literature
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: Petrus Suwandi
Date Deposited: 27 May 2022 04:24
Last Modified: 27 May 2022 04:24
URI: http://repository.widyamandala.ac.id/id/eprint/2282

Actions (login required)

View Item View Item