Nilai pendidikan dalam Hikayat Pelanduk Jenaka

Iskandar, Iskandar (1999) Nilai pendidikan dalam Hikayat Pelanduk Jenaka. Undergraduate thesis, Universitas Katolik Widya Mandala Madiun.

[img] Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.PDF

Download (438kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.PDF

Download (513kB)
[img] Text (BAB II)
BAB II.PDF
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.PDF
Restricted to Registered users only

Download (247kB)
[img] Text (BAB IV)
BAB IV.PDF
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB V)
BAB V.PDF

Download (314kB)

Abstract

Sastra melayu lama adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sastra Indonesia. Sebagian karya sastra, sastra Melayu lam menyimpan pemikiran-pemikiran masyarakat tradisional melayu di masa lampau, falsafah hidup, sikap, adat-istiadat yang dianut, dan sebagainya, yang semua itu dapat dimanfaatkan bagi penambahan pengetahuan budaya masyarakat sekarang. Salah satu jenis sastra Melayu lama adalah fabel atau cerita binatang. Fabel mengandung nilai-nilai pendidikan yang menarik untuk diteliti, khusunya nilai pendidikan moral. Salah satu cerita binatang yang terkenal dalam sastra Melayu lama ialah Hikayat Pelanduk Jenaka. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan nilai-nilai pendidikan moral yang terkandung dalam ketujuh cerita dalam Hikayat Pelanduk Jenaka tersebut. Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian kepustakaan. Seluruh sumber teori dan sumber data diperoleh dari sumber pustaka. Yang berupa buku-buku dan dokumen tertulis lainnya. Peneliti mengumpulkan dan mencatat acuan teoritik tentang fabel dalam kesusastraan lama Indonesia. Tentang pendidikan moral, dan tentang perkembangan cerita rakyat khusunya Hikayat Pelanduk Jinaka dari buku-buku sumber teori. Sedangkan sumber data diperoleh dari hikayat Pelanduk Jinaka. Selanjutnya berdasarkan acuan teoritik yang ada, penulis mengadakan pembahasan atas data-data yang terkumpul, kemudian merumuskan dan menuangkan hasil pengolahandata-data itu dalam bentuk uraian yang sesuai dengan kerangka skripsi yang telah ditentukan. Sumber data ialah fabel”Hikayat Pelantuk Jinaka”, sedangkan subyek penelitian adalah nilai pendidikan moral atau pendidikan aklak pada diri tokoh Pelanduk. Fabel Hikayat Pelanduk Junaka yang diteliti adalah yang diterbitkan oleh Dr. H.C. Klinkert tahun 1893, dimuat secara lengkap di dalam buku Sang Kancil Tokoh ceritera Binatang Indonesia yang ditulis oleh Drs.Asdi S Dipodjojo, terbitan Gunung Agung, tahun 1966. Cerita Hikayat Pelanduk Jinaka terdiri atas tujuh buah cerita. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa tokoh kancil atau pelanduk dalam Hikayat Pelanduk Jinaka, diceriterakan sebagai tokoh yang cerdik dan penolong. Seluruh rimba tunduk dan hormat kepadanya. Hal ini terlihat dari ketujuh cerita itu. Sifat dan perbuatan pelanduk pada Hikayat Jinaka menjadi gambaran nilai pendidikan yaitu nilai pendidikan moral. Berturut-turut nilai pendidikan moral yang ada pada ketujuh cerita Hikayat Pelanduk Jinaka adalah sebagai berikut: (1) Kebijaksanaan seorang pemimpin dapat mendamaikan rakyatnya yang saling bermusuhan : (2) Kebijaksanaan dan kepandaian seorang pemimpin menyebabkan rakyatnya hidup tenteram dan damai: (3) Pemimpin yang bijaksana memberikan kepercayaan terhadap rakyatnya, dan mengajar mereka untuk bertanggung jawab ; (4) Dengan kepercayaan diri, seseorang dapat mengatasi kesulitan yang besar sekalipun: (5) Kecerdikan dan kebijaksanaan pemimpin dapat menyelesaikan persoalan; (6) Sikap meremehkan pihak lain mungkin dapatn berakibat fatal bagi orang yang melakukannya; (7) Kebijakan dan kepandaian pemimpin dapat menyadarkan mereka yang berbuat salah. Dari ganbaran sifat dan perilaku tokoh pelanduk dalam Hikayat Pelanduk Jinaka dapat diambil kesimpulan bahwa untuk memperoleh cita-cita orang harus mau bekerja keras, berpikir dan bersikap secara konsisten. Pada akhir penelitian ini dikemukan saran untuk beberapa pihak, Bagi guru bahasa dan sastra Indonesia di sekolah-sekolah, khusunya guru SLTP dan SLTA . disarankan agar menjadikan sastra lam sebagai bagian dri materi pengajaran sastra. Di samping itu guru perlu memperkenalkan sastra melayu lama sebagai bagian dari sastra Indonesia. Bagi lembaga pendidikan / sekolah disarankan agar dalam penyediaan buku-buku sastra. Juga disedialan buku-bukubacaan berupa sastra melayu lama untuk melengkapi pengetahuan siswa tentang sastra lama.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: nilai pendidikan, sastra melayu lama, masyarakat tradisional melayu
Subjects: Faculty of Teacher Training and Education
Faculty of Teacher Training and Education > Education of Indonesian Language and Literature
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: Petrus Suwandi
Date Deposited: 03 Nov 2022 08:02
Last Modified: 03 Nov 2022 08:02
URI: http://repository.widyamandala.ac.id/id/eprint/2384

Actions (login required)

View Item View Item